TESCARA tempat sampah cerdas Juara INAICTA 2014

tescara and teamTESCARA sebuah tempat sampah karya 3 mahasiswa PENS wahyu maulana z,muhammad ishom n muhammad taufiq ini berhasil menjadi juara 1 inaicta 2014 kategori education and culture , tempat sampah ini mampu mendeteksi objek user yang akan membuang sampah dengan mengeluarkan suara seolah mampu berinteraksi dengan manusia.  tempat sampah ini sangat menarik sehingga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya menjadi lebih menarik dan interaktif .

IMG_0207

bagaiamana kisahnya berikut abstraksi karya ilmiah 3 mahasiswa tersebut:

Buanglah sampah pada tempatnya,!!! Himbauan seperti itu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita namun seolah pelajaran membuang sampah pada tempatnya hanyalah sekedar himbauan tanpa kesadaran.

 

Sampah menjadi permasalahan klasik di negeri ini ,permasalahan sampah sebenarnya tidak hanya bagaimana cara mendaur ulang atau menjadikanya barang tepat guna. lebih dari itu permasalahan sampah lebih diakibatkan mental mayarakat indonesia yang kurang memiliki kesadaran dalam membuang sampah pada tempatnya.membuang sampah menjadi suatu hal yang sepele padahal dengan sentuhan teknologi membuang sampah menjadi 4M ( menyenangkan,menarik, memudahkan,dan membiasakan).

 

Adalah TESCARA (tempat sampah cerdas ramah lingkungan berkeluaran suara) suatu teknologi yang menjadi solusi atas permasalahan sampah di negeri ini.dengan kombinasi antara teknologi human posititioning detector dan speech generator menjadikan tempat sampah menjadi suatu media interaksi dengan manusia.Pada piranti ini ditanamkan kecerdasan buatan di dalamnya. Kecerdasan buatan tersebut dikenali sebagai teknologi human positioning detector dan speech generator. Dengan human positioning detector piranti dapat membaca posisi atau keberadaan seseorang yang ada disekitarnya. Sehingga jika terdeteksi bahwa ada seseorang yang hendak membuang sampah maka pintu piranti akan membuka secara otomatis. Kemudian piranti ini juga dilengkapi dengan teknologi speech generator. Teknologi ini memungkinkan piranti dapat mengeluarkan suara sesuai kondisi yang ditemuinya. Salah satu alasan digunakannya speech generator dikarenakan lisan merupakan sarana komunikasi paling baik. Sehingga melalui suara yang ramah dan interaktif diharapkan dapat membentuk hubungan interaksi yang menyenangkan antara piranti dengan manusia dan mampu meningkatkan kebiasaan positif dalam membuang sampah di masyarakat.

TESCARA dapat di aplikasikan di tempat-tempat umum seperti di rumah sakit,PUSKESMAS,halte,stasiun,bandara,taman ,kampus, diruangan perkantoran, di dalam maupun di luar ruangan,bahkan juga dapat di sekolah-sekolah sehingga dapat menumbuhkan kebiasaan membuang sampah sejak dini.

TESCARA adalah teknologi tempat sampah yang dirancang bridge to the future artinya suatu teknologi yang dapat terus berkembang di masa depan, ciri-ciri teknologi bridge to the future adalah sebagai berikut:

 

 

  • Interaktif

Interaktif berarti bersifat saling melakukan aksi,ada timbal balik komunikasi dua arah antara user dengan piranti,teknologi yang interaktif merupakan sarana komunikasi paling baik. Sehingga melalui suara yang ramah dan interaktif dari teknologi speech generator diharapkan dapat membentuk hubungan interaksi yang menarik dan menyenangkan antara piranti dengan manusia.

 

 

  • Automatic

Teknologi yang menarik dan menyenangkan masih belum cukup untuk Menumbuhkan kebisaan membuang sampah pada tempatnya di masyarakat melalui sentuhan teknologi, suatu teknologi juga harus mampu memudahkan dalam penerapanya bagi user,sehingga dengan teknologi human detector dan kontrol otomatis menjadikan membuang sampah menjadi lebih memudahkan sehingga muncullah kata automatic.

Automatic adalah bersifat otomatis, artinya dengan sentuhan teknologi menjadikan kebiasaan di era masa depan menjadi serba otomatis, dengan perhitungan kontrol otomatis berupa kecerdasan buatan menjadikan kebiasaan yang tidak hanya menarik dan menyenangkan namun juga memudahkan.

 

  • Persuasif

 

Teknologi diciptakan bukan hanya sekedar untuk memudahkan tapi teknologi diciptakan untuk juga membiasakan ,seperti teknologi touch screen yang dulunya masih dianggap out of the box dan berlebihan di karenakan muncul pertanyaan , kenapa harus repot-repot menciptakan teknologi layar sentuh ? bukankah dengan hanya sekedar memencet tombol atau dengan mouse komputer sudah sangat memudahkan? Lagi pula layar sentuh akan sangat merepotkan karena setiap orang memiliki ukuran tangan yang berbeda beda ,bagaimana memperhitungkanya?.

Atau muncul pertanyaan ,kenapa sepeda motor pada masa awal awal pengembanganya masih sangat merepotkan bagi pengendara,apakah ada yang kurang dari tenologinya?

Jawaban atas semua pertanyaan itu adalah teknologi diciptakan bukan hanya sekedar untuk memudahkan tapi teknologi diciptakan juga untuk membiasakan dari segi user.

Intinya Membiasakan,teknologi memang diciptakan untuk memudahkan user ,teknologi terus berkembang dan berinovasi untuk user,namun user pun juga harus berkembang dan belajar untuk dapat mengusai dan menyamai perkembangan tenologi yang semakin cepat.

Oleh karena itu orang harus belajar dulu untuk dapat mengendarai sepeda? Atau orang tidak langsung nyaman ketika pertama kali menggunakan layar sentuh,,maka itulah yang disebut ketrampilan.Sehingga tujuanya diciptakan teknologi tidak hanya sekedar memudahkan namun juga mempercepat kemudahan itu sendiri yang pada akhirnya sentuhan teknologi dapat membiasakan masyarakat modern dalam gaya hidup “buanglah sampah pada tempatnya”.

 

   Penjelasan Tentang Fungsi, Fitur dan Kegunaan dari Karya/Proyek
 Fungsi utama dari TESCARA adalah suatu teknologi tempat sampah yang 4M(menyenangkan,menarik,memudahkan dan membiasakan) sehingga dirancanglah teknologi tempat sampah yang memiliki fitur-fitur sebagai berikut :

 

Ø  Human positioning detector

 

(human   positioning detector).teknologi ini menggunakan sensor ultrasonic dalam mendeteksi pergerakan object user. Pergerakan yang dapat terdeteksi adalah dalam radius 2,5 meter dari piranti. Piranti dapat memastikan jarak jangkauan ini (warna biru) berdasarkan sensor 1, sensor 2, dan sensor 3 yang memang difungsikan sebagai sensor jarak. Jika salah satu dari sensor-sensor ini mendeteksi adanya pergerakan obyek (warna merah), maka piranti akan melakukan proses berfikir berdasarkan rumusan pendekatan .untuk menentukan aksi yang akan diambil. Rumusan ini juga berguna untuk mengetahui apakah obyek benar akan membuang sampah atau tidak.

 

Ø  Kontrol otomatis

Sistem ini tersusun dari komponen sensor dan aktuator serta mikrokontroler sebagai pusatnya. Sensor yang digunakan berupa sensor proximity berjenis ultrasonik. Sesuai namanya, sensor ini bekerja dengan prinsip gelombang ultrasonik sebagai pengukur jarak antara penghalang/obyek terhadap titik ukur (sensor). sensor ini diposisikan sebagai sensor 1, sensor 2, dan sensor 3. Selain sensor ultrasonik, sistem ini juga menggunakan sensor infra merah yang terdiri dari komponen elektronika yaitu led infrared dan photodioda sebagai detektor kondisi jika sampah penuh.. Aksi dari sistem ada dua, yaitu berupa suara (speech generator) dan gerakan motor pada pintu piranti

 

Ø  Speech generator

 

Teknologi ini memungkinkan piranti yang dapat mengeluarkan suara sesuai kondisi yang ditemuinya.

 

Suara digunakan sebagai kemampuan respon sistem terhadap kondisi yang sedang ditemui. Terdapat beberapa bunyi suara yang digunakan serta jenis kondisi yang sedang ditemui, antara lain:

a.       Suara 1: “Silahkan membuang sampah disini!”.

Kondisi: Piranti mendeteksi adanya obyek (manusia) dalam radius 2,5 meter.

b.      Suara 2: “Terima kasih!”.

Kondisi: Piranti mendeteksi adanya sampah yang masuk.

c.       Suara 3: “Maaf, sampah penuh!”.

Kondisi: Piranti mendeteksi bahwa sampah telah penuh.

  Penjelasan Tentang Inovasi dan Implementasi (atau potensinya) dari Karya/Proyek
 Piranti cerdas ini sebenarnya mempunyai fungsi yang sama dengan piranti konvensional yaitu sebagai tempat sampah. Namun dengan adanya sentuhan teknologi mampu memberikan nilai plus bagi piranti cerdas ini. Selain itu, piranti ini juga bisa dikatakan ramah lingkungan karena disamping tidak menimbulkan polusi juga secara pasif mampu berinteraksi dengan obyek (manunsia) melalui suara. Sehingga diharapkan berguna sebagai sarana untuk meningkatkan kebiasaan positif dalam membuang sampah.

TESCARA dapat di aplikasikan di tempat-tempat umum seperti di rumah sakit,PUSKESMAS,halte,stasiun,bandara ,kampus, taman diruangan perkantoran, di dalam maupun di luar ruangan,bahkan juga dapat di sekolah-sekolah sehingga dapat menumbuhkan kebiasaan membuang sampah sejak dini.

 

  Penjelasan Tentang Kerangka Berpikir/Latar Belakang yang Digunakan untuk Mengembangkan Hasil Karya/Proyek
Media interaktif adalah media yang dapat berkomunikasi baik melalui suara maupun gerakan yang dapat dipahami dan saling memberi informasi antara user dan peralatan. Media interaktif dapat memudahkan ,mongkomunikasikan sekaligus mengkampanyekan,mensuggestikan,yang intinya mengajak masyarakat untuk melakukan pekerjaan yang positif secara persuasif. Contohnya menumbuhkan makan makanan 4 sehat lima sempurna,mengkampanyekan keluarga berencana,menghilangkan kebiasaan merokok,minum minuman keras ,narkoba,belajar matematika,belajar membaca bahkan dalam dunia politik media interaktif dapat juga digunakan sebagai media kampanye anti golput,mencoblos calon pejabat tertentu dll.Contoh bentuk media interaktif sekarang ini masih berupa perangkat lunak komputer seprti aplikasi di android,media sosial ,game,dll. Namun masih sedikit suatu media interaktif yang berupa perangkat keras,,dan jika adapun hanya pada peralatan khusus di lingkungan tertentu seperti robot atau mesin di laboratorium atau pabrik.

Oleh karena itu dengan latarbelakang menumbuhkan kebiasaan membuang sampah di masyarakat kami berinisiatif membuat suatu media interaktif     dengan sentuhan teknologi dari peralatan yang umum di masyarakat yaitu tempat sampah menjadi suatu media cerdas yang 4M (,menyenangkan, menarik memudahkan dan membiasakan).

 

  Latar Belakang Tim yang Mendukung Karya/Proyek ini
 Teknologi tidak hanya membuat sampah menjadi tepat guna namun sentuhan teknologi membuat kesadaran akan membuang sampah menjadi tumbuh di masyarakat.Membuang sampah merupakan suatu hal yang sepele dan sederhana namun kesadaran untuk membuang sampah secara rutin menjadi kebiasaan yang perlu ditingkatkan hal ini dikarenakan manusia adalah makluk sosial yang cenderung berinteraksi dengan komunikasi verbal dan visual berupa suara dan penglihatan sementara banyak peralatan-peralatan yang sebetulnya vital dan bermaanfaat seperti tempat sampah konvensional dinilai tidak menarik dan biasa saja sehingga pekerjaan membuang sampah dinilai pekerjaan yang remeh dan biasa saja.oleh karena itu tempat sampah yang interaktif dapat menjadi solusi bagi manusia untuk membuat kebiasaan membuang sampah yang dinilai   sebagai pekerjaan yang sepele menjadi suatu pekerjaan yang 4M (,menyenangkan, menarik memudahkan dan membiasakan).

Sehingga kebiasaan membuang sampah akan tumbuh dan tidak hanya sekedar membuang sampah namun juga menjadi hobby dan kebiasaan yang dapat meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan di masyarakat

Sehingga lahirlah teknologi TESCARA (tempat sampah cerdas ramah lingkungan berkeluaran suara) sebagai media interaksi dengan manusia .TESCARA merupakan tempat sampah yang ramah dan interaktif yang menjadikan   kedekatan emosi antara user dengan piranti menjadi hubungan interaksi yang menyenangkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted on May 15, 2015, in Hardware, Inovasi Teknologi, Karya Ilmiah. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: