belajar desain website dengan dreamweaver MX versi 6.0

Mengenal Dreamweaver

Beberapa waktu yang lalu, tool yang digunakan untuk membuat suatu halaman web dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: editor HTML berbasis teks, editor yang mengkombinasikan tampilan grafik WYSIWYG (What You See Is What You Get)
dengan tampilan kodenya, dan editor yang benar-benar berbasis grafik. Tiap-tiap jenis editor tersebut memiliki grup penggemarnya sendiri, para programmer, para webmaster part-time, dan para grafik desiner. Macromedia Dreamweamer (mulai versi 4) mungkin merupakan editor pertama dengan fitur-fitur lengkap yang memenuhi semua grup diatas.
Dreamweaver mempunyai beberapa fungsi penting dalam pembuatan suatu halaman web, seperti Layout View – yang memungkinkan para designer halaman web dapat langsung menempatkan table dan sel di halaman webnya. Juga terdapat beberapa fungsi tambahan seperti team collaboration dan peningkatan kemampuan multimedia. Pada bab ini, kita akan menggunakan Macromedia Dreamweaver MX versi 6.0.Yang mana, versi ini merupakan versi terbaru dari Dreamweaver

10.2 Memulai Dreamweaver

Bila kita membuat sebuah halaman web dengan Dreamweaver, maka selain document window, kita juga akan bekerja dengan tiga toolbar dan panel utama, yaitu: Insert Bar, Property Inspector, dan Site Panel. Catatan: Jika Insert Bar dan roperty Inspector tidak ada saat kita menjalankan Dreamweaver, maka kita bisa menampilkannya dengan meng-klik menu
Window kemudian pilih Insert Bar dan Property Inspector tersebut. Document window menampilkan dokumen atau halaman web yang sedang kita buat. Pada bagian bawah dari Document window, kita bisa melihat nama file dari
semua dokumen yang sedang kita buka. Dengan meng-klik nama file tersebut maka kita akan dengan mudah berpindah antara dokumen satu dengan lainnya.

Insert Bar terdiri dari beberapa macam icon untuk memasukkan berbagai
macam objek web seperti gambar, layer, dan tabel. Insert Bar ini terdiri dari beberapa

tab yang masing-masing terdiri dari beberapa icon yang berkesesuaian

 

 

Property Inspector menampilkan property dari objek yang kita pilih didalamdokument. Seperti tinggi dan lebar dari suatu gambar

 

 

Sedangkan Site Panel memungkinkan kita untuk menampilkan dan mengatur
semua file dan folder yang merupakan bagian dari website kita.

 

 

 

Gambar 10.1. Elemen window dari Dreamweaver MX 6.0

tutorial lengkapnya silakan unduh ebooknya yang berbentuk pdf klik disini

Posted on December 27, 2010, in Dunia Web dan Internet. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: